Kamis, 30 April 2020

PT Kimia Farma Tbk (Part 2)


Suasana dan kesejahteraan PT Kimia Farma Tbk

Kesehatan dan keselamatan kerja di PT Kimia Farma bertujuan agar petugas, masyarakat dan lingkungan PT Kimia Farma Tbk saat bekerja selalu dalam keadaan sehat, nyaman, selamat, produktif dan sejahtera. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, perlu kemauan, kemampuan dan kerjasama yang baik dari semua pihak. Pihak pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat, memfasilitasi pembentukan berbagai peraturan, petunjuk teknis dan pedoman K3 di PT Kimia Farma Tbk serta menjalin kerjasama lintas program maupun lintas sektor terkait dalam pembinaan K3 tersebut. PT Kimia Farma Tbk adalah aktivitas yang melibatkan tenaga kerja, alat, metode dan material dimana kegiatan tersebut berhubungan dengan praktek penyiapan, pengawetan, peracikan, dan penyerahan obat.

PT Kimia Farma (Persero) Tbk menggandeng Bank Mandiri untuk menyediakan berbagai layanan perbankan yang terintegrasi bernama "Bank at Work". Melalui kerja sama tersebut, karyawan Kimia Farma semakin mudah dalam mendapatkan akses layanan finansial seperti asuransi dan investasi, serta bertransaksi sehari-hari seperti membayar tol, atau berbelanja di minimarket. Kerja sama yang dijalin juga termasuk layanan co-branding kartu identitas BUMN farmasi tersebut dengan Bank Mandiri.

Pedoman kerja dan penerapan kerja perbagian PT Kimia Farma Tbk

PT Kimia Farma (Persero) Tbk atau Perseroan adalah Perusahaan Publik yang telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebagai Perseroan tercatat yang patuh dengan regulasi yang berlaku, maka penerapan Tata Kelola Perusahaan khususnya hubungan antara Direksi dengan Dewan Komisaris sesuai dengan peraturan Tata Kelola Perusahaan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Board Manual Perseroan dibuat sesuai regulasi yag ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Board Manual ini merupakan salah satu Pedoman Tata Kelola Perusahan (Code of Corporate Governance) yang mengacu pada Anggaran Dasar Perseroan, Undang-Undang Perseroan Terbatas, Peraturan Pasar Modal dan peraturan lain yang terkait dengan Perseroan. Penyusunan Board Manual ini merupakan salah satu wujud dari komitmen dan inisiatif pimpinan Perseroan untuk menjadi yang terdepan dalam penerapan dan penegakan Tata Kelola Perusahaan melalui pengaturan dan penerapan mekanisme kerja organ Perseroan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku serta menerapkan praktik-praktik terbaik yang diharapkan mampu meningkatkan koordinasi dan hubungan antar organ dan selanjutnya diharapkan pula mampu membangun interaksi yang efektif di semua jenjang organisasi.

Board Manual ini menjadi pedoman pokok bagi pelaksanaan hubungan kerja antar organ Direksi, Dewan Komisaris dan RUPS Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan, yang meliputi: tugas, tanggung jawab, wewenang, mekanisme rapat, pengambilan keputusan serta prinsip pengendalian dan pengawasan yang dilakukan oleh Direksi dan Dewan Komisaris serta Rapat Umum Pemegang Saham.

Aturan-aturan kerja atau SOP yang mendukung PT Kimia Farma Tbk

Standar operasional prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan dan pengawasan kegiatan perencanaan sediaan farmasi dan alat kesehatan sehingga mendapatkan jumlah dan jenis yang sesuai kebutuhan dan menjamin ketersediaan sediaan farmasi dan alat kesehatan di apotek.

Prosedur:

1. Melakukan review terhadap pola penyakit, kemampuan daya beli masyarakat serta kebiasaan masyarakat setempat.

2. Melakukan komplikasi penggunaan obat setiap bulan.

3. Melakukan analisa untuk menetapkan prioritas dan jumlah sediaan yang akan diadakan.

4. Melakukan monitoring distributor sediaan farmasi dan alat kesehatan yang diadakan memenuhi persyaratan mutu.

5. Menyusun perkiraan perencanaan kebutuhan sediaan farmasi dan alat kesehatan dan perkiraan pembelian masing-masing distributor serta frekuensi pengadaan sediaan dan alat kesehatan

      Sarana dan prasarana PT Kimia Farma Tbk

Sarana dan prasarana yang terdapat di PT Kimia Farma Tbk, sebagai berikut:

1. Lemari penyimpanan obat, lemari es, lemari narkotika, kartu stok barang, label, etiket, kuitansi, plastik pembungkus, dll.

2. Komputer untuk meja kasir, komputer server, mesin jetset, printer, fax, dan telepon.

3. Meja peracikan, meja untuk menulis etiket/copy resep, meja kasir, dan meja penyerahan obat. Peralatan peracikan seperti mesin pulverer, mortar, stamper, timbangan, wadah-wadah obat.

4. Mesin pembayaran dengan kartu dan mesin ATM.

5. Ruang ber-AC dan tempat duduk sebagai ruang tunggu.

6. Timbangan dan pengukur tinggi badan yang dapat digunakan pengunjung.

7. Toilet yang bersih dan Mushola.

8. Loket untuk pelayanan 24 jam.

Selasa, 07 April 2020

PT Kimia Farma Tbk




Sejarah dan struktur organisasi perusahaan
      Kimia farma adalah perusahan industri farmasi pertama di Indonesia yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. Nama perusahaan ini pada awalnya adalah NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Berdasarkan kebijaksanaan nasionalisasi atau eks perusahaan Belanda di masa awal kemerdekaan, pada tahun 1958 pemerintah Republik Indonesia melakukan peleburan sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF (Perusahaan Negara Farmasi) Bhinneka Kimia Farma. Kemudian pada tanggal 16 Agustus 1971, bentuk badan hukum PNF diubah menjadi Perseroan Terbatas, sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT Kimia Farma (Persero).

        Pada tanggal 4 juli 2001, PT Kimia Farma (Persero) kembali mengubah statusnya menjadi perusahaan publik, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, dalam penulisan berikutnya disebut Perseroan. Bersamaan dengan perubahaan tersebut, Perseroan telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (sekarang kedua bursa telah merger dan kini bernama Bursa Efek Indonesia). Berbekal pengalaman selama puluhan tahun, Perseroan telah berkembang menjadi perusahaan dengan pelayanan kesehatan terintegrasi di Indonesia. Perseroan kian diperhitungkan kiprahnya dalam pengembangan dan pembangunan bangsa, khususnya pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia.'




Produk yang dihasilkan
1)   Ethical (Analgesic, Vitamin Supplements & Cardiac Therapy, Radiopharmaka, Laxative, Skin Remedies, Cough and Influenza, Corticosteroid, Bronchodilator, Cephalosporin, Antivirus, Antivertigo, Narcotic, Antirombotik, Antiseptic, Antiretroviral).
2)  Generics (Antihypertensives, Antihyperlipidemic, Antihemoroid, Antigout, Anti Epilepsy, Rehydration, Antidiarrhoeal, Antibiotics, Anti Asthma, Anti Allergy, Anti Tuberculosis, Anti Systemic Mycotic, Anti Malaria, Antifungal, Anti-emetic, Anti Diuretic, Anti Diabetes, Anti Depressant Antiemetic and Antinausea, Anti Anxiety, Anti Amoebic, Analgesic, Anthelmintic, Antacid, Anti Anemia, Anti Hemorrhoidal).
3)  Others (Raw Materials, OTC Herbal & ID, Cosmetics & Body Care).

Konsumen yang dituju
           PT Kimia Farma tidak hanya sebatas memproduksi obat semata tetapi berkaitan dengan distribusi dan pelayanan kesehatan dan obat-obatan. Salah satu cara perluasan jaringan yang dilakukan oleh PT Kimia Farma (Persero)Tbk adalah melalui PT Kimia Farma Apotek (KFA) yang mendekatkan dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Langkah ini, sebagai bagian dari upaya Kimia Farma untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang menginginkan pelayanan yang praktis, efesien, dan efektif. Kimia Farma berkerja sama dengan BPJS. dengan adanya BPJS, masyarakat bisa berobat, sebab mereka sudah ditanggung asusansi yang preminya dibayar pemerintah.

Berapa banyak jumlah karyawan atau berapa cabang perusahaan
         Jumlah karyawan PT Kimia Farma pada tahun 2018 sebanyak 10.988 (Karyawan tetap & tidak tetap dari perusahaan & entitas anak). Adapun anak perusahaan dari PT Kimia Farma, yaitu:
a)      Kimia Farma Trading & Distribution
b)      Kimia Farma Apotek
c)      Sinkona Indonesia Lestari
d)     Kimia Farma Sungwun Pharmacopia
e)      Kimia Farma Dwaa
f)       PT Phapros Tbk

Sumber daya yang digunakan
         Kimia Farma memandang Sumber Daya Manusia (SDM) atau insan Kimia Farma merupakan salah satu pemangku kepentingan dengan kedudukan sentral sebagai ujung tombak dan penentu keberhasilan Perseroan dalam mewujudkan visi dan melaksanakan misinya. Kimia Farma juga memandang SDM sebagai partner usaha yang strategis dalam menjalankan bisnis Perseroan. Kehadiran karyawan yang profesional, berkompeten, berdedikasi dan berintegritas akan membuat Perseroan memiliki dasar yang kuat untuk terus bertumbuh dan berkembang dalam mencapai tujuannya. Dengan memahami kedua kepentingan tersebut. 
        Kimia Farma mengelola SDM dengan fokus pada peningkatan kompetensi sekaligus berupaya keras memenuhi seluruh harapan karyawan.  Kimia Farma mengelola sumber daya manusia berbasis pada strategi dan rencana bisnis perusahaan serta budaya kerja yang diinginkan. Strategi, rencana bisnis dan budaya kerja Kimia Farma tersebut di formulasikan ke dalam Key Performance Indicator (KPI) dan target kinerja sebagai dasar untuk pengukuran kinerja karyawan dan sistem rewards and punishment. Dengan demikian, pengelolaan sumber daya amanusia di Kimia Farma sejalan dengan visi Perseroan.

Siapa atau perusahaan apakah yang menjadi pesaing dalam perusahaan tersebut
         Perusahaan yang menjadi pesaing perussahaan PT Kimia Farma Tbk adalah PT Kalbe Farma Tbk dan PT Indo Farma Tbk, karena PT Kalbe Farma Tbk dan PT Indo Farma Tbk sama-sama bergerak didalam bidang yang sama yaitu dalam bidang industri Farmasi.

Siapa atau perusahaan apakah yang menjadi investor di perusahaan tersebut
         Ada 4 bank yang memberikan fasilitas pembiayaan kepada Kimia Farma adalah PT Bank Mandiri Tbk, PT BNI Tbk, Bank Maybank Indonesia Tbk, dan PT BRI Syariah.

Bagaimana cara perusahaan tersebut dapat berkembang dan mendapatkan citra baik di mata masyarakat
       PT Kimia Farma ini memiliki citra yang baik dikalangan masyarakat sekitar, juga program-program CSR yang dilaksanakan telah banyak membantu masyarakat luas. PT Kimia Farma ini berada pada posisi dimana ia harus memelihara dan meningkatkan citra dari Kimia Farma agar banyak masyarakat yang terbantu dengan banyaknya. Apotek-apotek yang tersebar di wilayah-wilayah seluruh Indonesia. Penyebaran obat-obatan ke desa-desa terpencil pun harus lebih digalakkan, agar semakin sedikitnya warga-warga yang merasa sulit mendapatkan obat yang dibutuhkan.

Rabu, 01 April 2020

Etika Bisnis dan Bauran Pemasaran pada produk "Mom Pudding"



   Etika Bisnis
        Adapun etika bisnis yang diterapkan dalam pegawai kepada pelanggan, yaitu:
a)      Jujur dan displin
b)      Bersikap sopan
c)      Bersikap ramah
d)     Menggunakan bahasa yang baik
e)      Sabar dalam menangani pelanggan

   Bauran Pemasaran
1) Produk (Product)
Produk yang disediakan adalah Pudding dengan aneka macam 4 rasa yaitu Puding Oreo, Puding Chooco Vanilla, Puding Vanilla latte, dan Puding Buah. Dengan jenis ukuran kemasan yang berbeda-beda mulai dari yang kecil, sedang hingga yang besar.

2) Harga (Price)
Harga yang ditawarkan juga bervariasi, yaitu:



No


Jenis Puding
Ukuran Harga

Kecil
Sedang
Besar

1.
Puding Oreo

18.000/cup
22.000/cup
28.000/cup
2.
Puding Chooco Vanilla

16.000/cup
20.000/cup
24.000/cup
3.
Puding Vanilla Latte

16.000/cup
20.000/cup
24.000/cup
4.
Puding Buah

20.000/cup
24.000/cup
30.000/cup

3) Tempat atau Lokasi (Place)
Tempat yang dipilih oleh “Mom Pudding” yaitu suplier makanan dan toko-toko yang berlokasi di sekitar Griya Yasa, sehingga letaknya cukup strategis dan di jangkau masyarakat.

4) Promosi (Promotion)
Promosi yang dilakukan oleh “Mom Pudding” yaitu dengan menyebarkan brosur, face to face, serta mempromosikan lewat media sosial seperti WhatsApp, Facebook.