Selasa, 07 April 2020

PT Kimia Farma Tbk




Sejarah dan struktur organisasi perusahaan
      Kimia farma adalah perusahan industri farmasi pertama di Indonesia yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. Nama perusahaan ini pada awalnya adalah NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Berdasarkan kebijaksanaan nasionalisasi atau eks perusahaan Belanda di masa awal kemerdekaan, pada tahun 1958 pemerintah Republik Indonesia melakukan peleburan sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF (Perusahaan Negara Farmasi) Bhinneka Kimia Farma. Kemudian pada tanggal 16 Agustus 1971, bentuk badan hukum PNF diubah menjadi Perseroan Terbatas, sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT Kimia Farma (Persero).

        Pada tanggal 4 juli 2001, PT Kimia Farma (Persero) kembali mengubah statusnya menjadi perusahaan publik, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, dalam penulisan berikutnya disebut Perseroan. Bersamaan dengan perubahaan tersebut, Perseroan telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (sekarang kedua bursa telah merger dan kini bernama Bursa Efek Indonesia). Berbekal pengalaman selama puluhan tahun, Perseroan telah berkembang menjadi perusahaan dengan pelayanan kesehatan terintegrasi di Indonesia. Perseroan kian diperhitungkan kiprahnya dalam pengembangan dan pembangunan bangsa, khususnya pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia.'




Produk yang dihasilkan
1)   Ethical (Analgesic, Vitamin Supplements & Cardiac Therapy, Radiopharmaka, Laxative, Skin Remedies, Cough and Influenza, Corticosteroid, Bronchodilator, Cephalosporin, Antivirus, Antivertigo, Narcotic, Antirombotik, Antiseptic, Antiretroviral).
2)  Generics (Antihypertensives, Antihyperlipidemic, Antihemoroid, Antigout, Anti Epilepsy, Rehydration, Antidiarrhoeal, Antibiotics, Anti Asthma, Anti Allergy, Anti Tuberculosis, Anti Systemic Mycotic, Anti Malaria, Antifungal, Anti-emetic, Anti Diuretic, Anti Diabetes, Anti Depressant Antiemetic and Antinausea, Anti Anxiety, Anti Amoebic, Analgesic, Anthelmintic, Antacid, Anti Anemia, Anti Hemorrhoidal).
3)  Others (Raw Materials, OTC Herbal & ID, Cosmetics & Body Care).

Konsumen yang dituju
           PT Kimia Farma tidak hanya sebatas memproduksi obat semata tetapi berkaitan dengan distribusi dan pelayanan kesehatan dan obat-obatan. Salah satu cara perluasan jaringan yang dilakukan oleh PT Kimia Farma (Persero)Tbk adalah melalui PT Kimia Farma Apotek (KFA) yang mendekatkan dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Langkah ini, sebagai bagian dari upaya Kimia Farma untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang menginginkan pelayanan yang praktis, efesien, dan efektif. Kimia Farma berkerja sama dengan BPJS. dengan adanya BPJS, masyarakat bisa berobat, sebab mereka sudah ditanggung asusansi yang preminya dibayar pemerintah.

Berapa banyak jumlah karyawan atau berapa cabang perusahaan
         Jumlah karyawan PT Kimia Farma pada tahun 2018 sebanyak 10.988 (Karyawan tetap & tidak tetap dari perusahaan & entitas anak). Adapun anak perusahaan dari PT Kimia Farma, yaitu:
a)      Kimia Farma Trading & Distribution
b)      Kimia Farma Apotek
c)      Sinkona Indonesia Lestari
d)     Kimia Farma Sungwun Pharmacopia
e)      Kimia Farma Dwaa
f)       PT Phapros Tbk

Sumber daya yang digunakan
         Kimia Farma memandang Sumber Daya Manusia (SDM) atau insan Kimia Farma merupakan salah satu pemangku kepentingan dengan kedudukan sentral sebagai ujung tombak dan penentu keberhasilan Perseroan dalam mewujudkan visi dan melaksanakan misinya. Kimia Farma juga memandang SDM sebagai partner usaha yang strategis dalam menjalankan bisnis Perseroan. Kehadiran karyawan yang profesional, berkompeten, berdedikasi dan berintegritas akan membuat Perseroan memiliki dasar yang kuat untuk terus bertumbuh dan berkembang dalam mencapai tujuannya. Dengan memahami kedua kepentingan tersebut. 
        Kimia Farma mengelola SDM dengan fokus pada peningkatan kompetensi sekaligus berupaya keras memenuhi seluruh harapan karyawan.  Kimia Farma mengelola sumber daya manusia berbasis pada strategi dan rencana bisnis perusahaan serta budaya kerja yang diinginkan. Strategi, rencana bisnis dan budaya kerja Kimia Farma tersebut di formulasikan ke dalam Key Performance Indicator (KPI) dan target kinerja sebagai dasar untuk pengukuran kinerja karyawan dan sistem rewards and punishment. Dengan demikian, pengelolaan sumber daya amanusia di Kimia Farma sejalan dengan visi Perseroan.

Siapa atau perusahaan apakah yang menjadi pesaing dalam perusahaan tersebut
         Perusahaan yang menjadi pesaing perussahaan PT Kimia Farma Tbk adalah PT Kalbe Farma Tbk dan PT Indo Farma Tbk, karena PT Kalbe Farma Tbk dan PT Indo Farma Tbk sama-sama bergerak didalam bidang yang sama yaitu dalam bidang industri Farmasi.

Siapa atau perusahaan apakah yang menjadi investor di perusahaan tersebut
         Ada 4 bank yang memberikan fasilitas pembiayaan kepada Kimia Farma adalah PT Bank Mandiri Tbk, PT BNI Tbk, Bank Maybank Indonesia Tbk, dan PT BRI Syariah.

Bagaimana cara perusahaan tersebut dapat berkembang dan mendapatkan citra baik di mata masyarakat
       PT Kimia Farma ini memiliki citra yang baik dikalangan masyarakat sekitar, juga program-program CSR yang dilaksanakan telah banyak membantu masyarakat luas. PT Kimia Farma ini berada pada posisi dimana ia harus memelihara dan meningkatkan citra dari Kimia Farma agar banyak masyarakat yang terbantu dengan banyaknya. Apotek-apotek yang tersebar di wilayah-wilayah seluruh Indonesia. Penyebaran obat-obatan ke desa-desa terpencil pun harus lebih digalakkan, agar semakin sedikitnya warga-warga yang merasa sulit mendapatkan obat yang dibutuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar